Sabtu, 10 April 2010

Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial merupakan suatu konsep dalam sosiologi yang melihat bagaimana anggota masyarakat dibedakan berdasarkan status yang dimilikinya. Status yang dimiliki oleh setiap anggota masyarakat ada yang didapat dengan suatu usaha (achievement status) dan ada yang didapat tanpa suatu usaha (ascribed status). Stratifikasi berasal dari kata stratum yang berarti strata atau lapisan dalam bentuk jamak.

Pitirin A. Sorokin mendefinisikan stratifikasi sebagai pembedaan penduduk atau anggota masyarakat ke dalam kelas-kelas secara hierarkis. Sedangkan menurut Bruce J. Cohen sistem stratifikasi akan menempatkan setiap individu pada kelas sosial yang sesuai berdasarkan kualitas yang dimiliki.

Stratifikasi dapat terjadi dengan sendirinya sebagai bagian dari proses pertumbuhan masyarakat, juga dapat dibentuk untuk tercapainya tujuan bersama. Faktor yang menyebabkan stratifikasi sosial dapat tumbuh dengan sendirinya adalah kepandaian, usia, sistem kekerabatan, dan harta dalam batas-batas tertentu.

Mobilitas sosial merupakan perubahan status individu atau kelompok dalam stratifikasi sosial. Mobilitas dapat terbagi atas mobilitas vertikal dan mobilitas horizontal. Mobilitas vertikal juga dapat terbagi dua, mobilitas vertikal intragenerasi, dan mobilitas antargenerasi.

Berkaitan dengan mobilitas ini maka stratifikasi sosial memiliki dua sifat, yaitu stratifikasi terbuka dan stratifikasi tertutup. Pada stratifikasi terbuka kemungkinan terjadinya mobilitas sosial cukup besar, sedangkan pada stratifikasi tertutup kemungkinan terjadinya mobilitas sosial sangat kecil.

Dimensi Stratifikasi Sosial

Untuk menjelaskan stratifikasi sosial ada tiga dimensi yang dapat dipergunakan yaitu : privilege, prestise, dan power. Ketiga dimensi ini dapat dipergunakan sendiri-sendiri, namun juga dapat didigunakan secara bersama.

Karl Marx menggunakan satu dimensi, yaitu privilege atau ekonomi untuk membagi masyarakat industri menjadi dua kelas, yaitu kelas Borjuis dan Proletar. Sedangkan Max Weber, Peter Berger, Jeffries dan Ransford mempergunakan ketiga dimensi tersebut. Dari penggunaan ketiga dimensi tersebut Max Weber memperkenalkan konsep : kelas, kelompok status, dan partai.

Kelas sosial merupakan suatu pembedaan individu atau kelompok berdasarkan kriteria ekonomi. Untuk mendalami kelas sosial ini Soerjono Soekanto memberikan 6 kriteria tradisional.

Menurut Horton and Hunt keberadaan kelas sosial dalam masyarakat berpengaruh terhadap beberapa hal, diantaranya adalah identifikasi diri dan kesadaran kelas sosial, pola-pola keluarga, dan munculnya simbol status dalam masyarakat.

Bentuk stratifikasi dapat dibedakan menjadi bentuk lapisan bersusun yang diantaranya dapat berbentuk piramida, piramida terbalik, dan intan. Selain lapisan bersusun bentuk stratifikasi dapat juga diperlihatkan dalam bentuk melingkar. Bentuk stratifikasi melingkar ini terutama berkaitan dengan dimensi kekuasaan.

Ada tiga cara yang dapat kita lakukan untuk bisa mengetahui bentuk dari stratifikasi sosial. Ketiga cara tersebut adalah dengan pendekatan objektif, pendekatan subyektif, dan pendekatan reputasional.

Senin, 28 Desember 2009

Bisnis Internasional

Suatu negara melakukan bisnis internasional karena beberapa faktor, yakni :

-memenuhi kebutuhan negaranya masing-masing

-menambah devisa negara

-menjalin hubungan yang baik antar negara.

-memperluas hasil produksi

-kemajuan teknologi


Manfaat bisnis internasional bagi negara kita sebagai berikut :

-memenuhi kebutuhan yang kurang bagi negara.

-menjalin hubungan yang baik bagi negara kita

-membuka lapangan pekerjaan.

-menambah devisa negara.

-melakukan kerja sama yg saling menguntunakan.


Hambatan suatu negara dalam melakukan bisnis internasional :

-aman tidaknya suatu negara tersebut

-keadaan ekonomi

-besarnya pajak

-faktor alam

-transportasi

Pendapat kami tentang bisnis internasional di negara kita sangat membantu, disamping menambah devisa negara, hal tersebut dpat membuka lapangan kerja bagi rakyat kita yang sangat banyak dan kami berharap bisnis internasional dapat ditingkatkan lagi.

kelompok :

Muhammad Reyhan

Ryan Ruwah Rizki

Gery Hariri

Jumat, 20 November 2009

Bisnis

Diversifikasi adalah penambahan produk baru yang mempunyai fungsi produk, proses produksi atau teknologi, dan sasaran pasarnya berbeda dengan produk yang lama. Diversifikasi dapat dibedakan menjadi beberapa pola; konvergen dan divergen.

Diversifikasi produk bertujuan untuk membuat produk lebih tahan lama, mengarah pada produk siap pakai untuk memenuhi selera konsumen, memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, dan memberi tambahan pendapatan. Untuk melakukan diversifikasi pada produk, dibutuhkan kreatifitas, motivasi, promosi, modal, dan bantuan dari pemerintah.

Diversifikasi produk artinya menganekaragamkan produk. Jadi produk diawali dari satu produk utama sehingga dapat dibuat berbagai produk. Misalnya singkong, singkong dapat dimakan daunnya atau umbinya. Umbi singkong dapat diversifikasi, menjadi keripik, singkong rebus, singkong goreng. Kripik singkong dideversifikasi lagi dengan berbagai varian bentuk, seperti bulat kecil, lembaran panjang atau berbentuk stick. Keripik singkong dapat dikembangkan lagi dari sisi rasa, seperti rasa tawar, rasa asin, rasa coklat, rasa bawang goreng dan macam-macam lagi. Dari sisi pembungkus, pertama dijual dalam bentuk curah, kemudian dengan bungkus plastic, kaleng, bungkus plastic dalam kotak, bungkus aluminium foil dengan isi nitrogen. Dari ukuran, juga ada variannya dari beberapa gram dalam satu kemasan sampai hitungan kilo.

Diversifikasi sangat diperlukan untuk memberikan lapangan usaha dan pendapatan kepada masyarakat dari dunia usaha. Bisa dicapai keterpaduan semua stake holder, untuk meningkatkan daya saing dan mampu bersaing di pasar nasional dan internasional. Pemerintah akan memfasilitasi dengan pendampingan untuk usaha kecil/menegah, regulasi dan deregulasi, peran kepala daerah, dan pemerintah pusat mendampingi pemerintah daerah.

Contoh perusahaan yang melakukan diversifikasi :

PT. Unilever : Makanan ringan, air mineral, sabun detegren, sabun cair, pasta gigi, dll.