Minggu, 25 Desember 2011

Counter Strike

Counter-Strike atau yang biasa disebut dengan 'CS' adalah sebuah game video FPS (First Person Shooter) yang merupakan modifikasi dari permainan video Half-Life. Permainan ini telah berkembang menjadi serangkaian permainan baru sejak diluncurkan oleh Valve.
Counter-Striker menampilkan 2tim yaitu tim counter-terrorist (CT) yang melawan tim teroris dalam tiap ronde pada sebuah map.


Ada berbagai jenis cara untuk memenangkan tiap ronde dalam sebuah map selain membunuh seluruh anggota tim lawan.

1. Penjinakan bom (Bomb defusal)
Berlaku untuk map yang berawal de, contoh : de_inferno, de_aztec, de_dust, dll.
Dalam skenario ini, tim teroris bertugas untuk memasang bom pada tempat yang sudah disediakan, yakni bomsite A dan B. Sedangkan tim counter-terrorist bertugas sebaliknya, mereka harus menjinakkan bom yang sudah di pasang atau mencah tim teroris memasang bom. Meskipun seluruh anggota tim teroris telah terbunuh, apabila tim counter-terrorist terlambat untuk menjinakkan bom maka tim teroris lah yang memenangkan ronde tersebut.

2. Penyelamatan sandera (Hostage rescue)
Berlaku untuk tempat yang berawalan cs, contoh : cs_assault, cs_militia, cs_office, dll.
Di tempat ini, tim counter-terrorist harus menyelamatkan sejumlah sandera (hostage) yang berada di markas teroris.

3. Pembunuhan rahasia (Assasination)
Berlaku untuk tempat yang berawalan as, contoh : as_tundra, as_oilrig, dll.
Dalam skenario assasination, salah seorang anggota counter-terrorist akan terpilih secara acak untuk menjadi VIP di timnya. VIP tidak boleh terbunuh hingga mencapai tempat yang aman (biasanya helikopter atau tank).

4. Lapangan tembak (Fight Yard)
Berlaku untuk tempat yang berawalan fy, contoh : fy_rush, fy_unseen, dll.
Dalam skenario ini kedua tim hanya melakukan baku tembak hingga seluruh anggota salah satu tim terbunuh.


Untuk Counter-Strike versi Indonesia, Megaxus yang merupakan developer CS-Indo menambahkan mode terbaru yang sangat diminati oleh anak-anak, yaitu Zombie-Scenario. Pada mode Zombie-Scenario ini kedua tim (counter-terrorist dan terroris) bersatu untuk melawan musuh yang tidak dapat mereka kalahkan, ZOMBIE. Zombie akan terpilih secara acak pada setiap rondenya dan kita tidak dapat mengetahui siapa dan dimana zombie akan muncul. Pada mode ini akan terdapat 2 tim, yakni Human (counter-terrorist dan terroris) dan Zombie yang akan dipilih secara acak ketika ronde dimulai. Human harus selamat dari kejaran zombie atau membunuh semua zombie agar dapat memenangkan ronde ini. Sebaliknya, zombie harus berhasil membunuh seluruh human dan mengubahnya menjadi zombie.

Ukiran Sang Pemimpi

Anak kecil berpakaian lusuh itu berlari menelusuri lorong kecil yang ada di sela bangunan tinggi itu. Nafasnya terengah – engah, keringatnya bercucuran. Ia makin mempercepat langkahnya, serasa ada anjing galak yang mengejarnya dari belakang. Adrenalinnya semakin terpacu setelah satu teriakan akhirnya menggelegar dari belakang.
“mali.....ng!!”
“berhenti kau! Dasar bocah!”
Ia tak tahu harus bagaimana. Ia hanya bisa lari dan lari. Ia tak mampu menjelaskan pada orang - orang itu kalau ia tak bersalah. Orang – orang itu sudah terlalu memandang buruk padanya. Ia adalah pencuri! Semua karena salahnya, kenapa ia berusaha menghadang teman – temannya yang sedang mencuri waktu itu. Tak ada gunanya menyesali diri. Ia sudah terlalu jauh jatuh dalam perangkap teman – temannya.
Ia mulai kewalahan. Otot – ototnya terasa menegang. Ia tak kuat lagi untuk lari. Persendiannya serasa mau lepas. Orang – orang itu masih mengejarnya. Ia menoleh kebelakang. Tampak jelas olehnya yang mengejar itu adalah pedagang makanan tadi dan beberapa orang preman pasar. Ada yang membawa pentungan. Ia semakin ketakutan. Jika ia berhenti di sini, nyawanya akan terancam. Ia sudah terlanjur lari sejauh ini.
Kakinya tiba – tiba tersandung batu. Ia pun terhuyung – huyung dan jatuh ke tanah becek. Orang - orang akhirnya mendapatinya. Sebuah pukulan akan mendarat di kepalanya. Pikirannya mulai berkelut. Air matanya meledak. Wajahnya pucat. Ia mencoba menghalangi pukulan itu dengan kedua tangannya.
“Ampuuuuuunnnn!!!!! Aku tidak bersalaaaah!!!!”
Ia terbangun dari mimpi buruknya. Keringatnya membasahi pakaiannya yang kelabu itu. Nafasnya terengah – engah. Syukurlah hanya mimpi. Ia sadar ia terlelap ketika sedang bermain dengan ukiran kayunya. Ia teringat kejadian siang tadi. Ia baru saja diusir oleh ayahnya dari rumah gara – gara tidak mau mengikuti permintaan ayahnya untuk mengemis dan mengamen di jalanan. Itu bukan jiwanya. Ia lebih senang membantu ibunya berjualan minuman dari pada itu.
Ia mengambil kain kasar yang sudah kotor seperti terkena arang itu, dan menggosokkan pada patung yang barusan ia ukir. Sudah tujuh buah ukiran yang ia buat. Di usianya yang baru genap 10 tahun ini, seharusnya ia berada bersama teman – temannya di sekolah mendengarkan pelajaran. Kondisi keluarganya yang miskin tidak memungkinkan untuknya dan kakaknya bersekolah. Uang untuk makan sehari saja tidak cukup bagi keluarganya. Orang tuanya bekerja sebagai pemulung dan penjual minuman.
Ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan mengukir. Ia biasanya membantu orang tuanya berjualan di siang hari. Sore harinya ia pergi ke kebun belakang rumahnya, dan bermain dengan pisaunya mengukir sesuatu yang ada dalam imajinasinya.
Hari sudah menjelang malam. Ia sudah menyelesaikan ukiran patung mungilnya yang ke tujuh itu . Ia membereskan perlengkapannya dan memasukkan patung – patung kecil itu pada sebuah kantong kertas persegi. Ia berjalan meniggalkan tempat itu. Ia tak tahu harus kemana. Pulang kerumah hanya akan mendapatkan kemarahan ayahnya. Ia berhenti sebentar di tepi trotoar jalan sekedar menghilangkan lelah. Matanya mengamati lalu lalang kendaraan. Ia melihat sepotong kayu di tepi jalan. Pikirannya beralih. Sel – sel otaknya mulai berimajinasi. Ia ingin memiliki mobil bagus!
Setelah ia rasa cukup bagus, ia mulai memoles ukiran yang barusan ia buat itu dengan kain kasar. Ia mengeluarkan semua ukirannya dan menyusunya di atas sebuah papan kecil berukiran seperti rumput – rumput yang digoyang angin. Lengkap sudah! Gumamnya dalam hati. Sekarang ia memiliki sebuah rumah besar, mobil, lengkap dengan halaman dan dua pohon. Lalu ia tegakkan ukiran patung ibu, ayah, kakak dan dirinya berdekatan dengan rumah dan mobil.
.Sungguh menakjubkan. Terlihat pemandangan yang begitu indah dari susunan ukiran kayu itu. Sebuah impian berbentuk ukiran tiga dimensi tepatnya. Ia tersenyum puas dengan usahanya. Ia yakin impiannya bisa terwujud.
“adek, sedang apa?”, sebuah suara dari belakang membangunkannya dari bermimpi. Ada beberapa pemuda, preman tepatnya, di belakangnya.
“wah..bagusnya, ini adek sendiri yang bikin? Bagus ya..coba saya lihat.”, tangan salah seorang pemuda langsung mengambilnya. Tanpa ia sadari pemuda itu melemparkannya begitu saja di tengah jalan. Seketika patung ukiran itu berserakan di jalan. Tak hanya itu, ukiran itu hancur di gilas mobil yang lewat. Para pemuda itu tertawa terpingkal – pingkal. Ia hanya melihatinya dengan wajah pucat. Hampir tak ada kata – kata yang keluar dari mulutnya.
“Pergi sana! Dasar bocah gembel!”, bentak preman itu sambil terus tertawa pergi meninggalkannya.
Ia berjalan menuju ukirannya dengan wajah tegang, seperti kehilangan sesuatu yang berharga. Semua sudah hancur. Air matanya tidak berhenti mengalir. Nafasnya sesak menahan amarah. Ia tak mungkin melawan para preman itu. Ia hanya bisa meratapi apa yang terjadi.
Cukup lama ia menangis. Air matanya terasa sudah habis. Ia memutuskan untuk pulang. Ia tinggalkan begitu saja ukirannya di tepi trotoar.
Seseorang memungutnya. Ada satu bagian yang masih utuh. Ia tersenyum. Ia mengikuti anak tadi. Ia sampai pada sebuah gubuk yang kotor sekali. Ternyata ia seorang pemulung! Gumamnya. Jauh – jauh terdengar keributan. Sepertinya ia dimarahi. Husain! Oh itu namanya.
Keesokan harinya husain hanya duduk termenung di jendela rumahnya. Ia memandang hampa ke depan. Sayup – sayup ia melihat ada seseorang berjalan. Sepertinya menuju rumahnya. Benar! Orang tu sudah sampai di depan rumahnya dan mengetuk pintu rumahnya. Ada sedikit rasa cemas dan takut di hati husain. Namun ia beranikan membuka pintu setelah sebuah teriakan dari ibunya.
“Adek bernama Husain ya?”, pemuda itu menyapanya.
“i..i..iya..”
“Siapa husain?!”, serta merta ibunya menyeloroh kedepan. “Maaf mas, ada yang bisa kami bantu?”
“Saya cuma mau gasih ini sama anak ibu.”, pemuda itu membuka sebuah kantong plastik hitam.
Mata husain berkaca- kaca. Ia tak menyangka karyanya akan sebagus ini. Persis dengan yang ia buat, tapi berkilat dan bewarna. Ibunya pun kaget melihat karya tersebut. Ia setengah tak percaya itu buatan anaknya. Ia memeluk kepala anaknya.
“Ibu..saya dari Lembaga Seni Nasional, lembaga masyarakat yang memberikan pelayanan bagi yang memiliki bakat seni untuk mengembangkannya. Semua kami berikan gratis. Sebenarnya Husain, anak ibu memiliki kecerdasan dalam seni. Kami mau mengajak nya untuk mengembangkan bakatnya tersebut. Saya tahu bahwa ia tidak sekolah. Sayang jika bakat yang ada pada Husain tidak dikembangkan”. Tutur pemuda itu dengan lancar dan penuh ketenangan.
Senyum Husain mengambang. Matanya berbinar – binar. Ia merasa mimpinya kembali kerangkulannya. Jalan menuju impiannya sudah terbuka. Tunggulah! Aku datang! Gumamnya di hati.
Mata Husain tidak lepas memandang kepergian pemuda itu. Besok akan jadi hari terindah baginya di LSN. Ibunya telah menyetujuinya. Kalau ibunya sudah setuju, ayahnya akan setuju pula.
Mentari pagi begitu cerah. Udara terasa sejuk menerpa wajahnya. Burung – burung serasa bernyanyi untuk mimpinya. Senyumnya mengambang layaknya bunga mawar yang merekah. Ia berkata pad a dirinya. Aku memang serba kekurangan. Aku kalah dengan teman – teman ku yang bersekolah. Tapi, aku memiliki sesuatu yang membuatku tidak sendirian dan sedih. Mimpi dan impian!

Rabu, 30 November 2011

Kemacetan

Persoalan kemacetan lalu lintas merupakan persoalan yang berlarut-larut. Hingga hari ini belum bisa diatasi secara bijak. Justru kemacetan semakin parah dari waktu ke waktu. Kemacetan dicirikan, secara teoritik, oleh arus yang tidak stabil, kecepatan tempuh kendaraan yang lambat, serta antrian kendaraan yang panjang, yang biasanya terjadi pada konsentrasi kegiatan sosial-ekonomi atau pada persimpangan lalu-lintas di pusat-pusat perkotaan.


Penyebab kemacetan

1. Laju peningkatan bermotor yang sangat tinggi

2. Transportasi umum yang terbatas

3. Kapasitas jalan yang terbatas

4. Pasar tumpah ( pedagang kaki lima ) dan terminal sementara angkutan umum

5. Genangan air akibat hujan

6. kesadaran pengguna jalan



Dampak Yang Ditimbulkan Akibat Kemacetan

1. Secara ekonomi, kemacetan menyebabkan peningkatan waktu tempuh (inefisiensi waktu), biaya transportasi secara signifikan, gangguan yang serius bagi pengangkutan produk-produk ekspor-impor (logistik secara umum), penurunan tingkat produktivitas kerja, dan pemanfaatan energi yang sia-sia.

2. Selain itu, kemacetan pun memberikan dampak yang serius bagi penurunan kualitas lingkungan perkotaan (khususnya tingkat kebisingan dan polusi udara) dan penurunan tingkat kesehatan (misal: pemicu lahirnya berbagai penyakit pernapasan, tekanan psikologis/stress, dsb).

3. Dalam konteks perubahan iklim (climate change) yang kini tengah menjadi hot topic bagi masyarakat dunia, kemacetan lalu lintas di kota-kota utama dunia telah menjadi salah satu kontributor utama dalam emisi gas-gas rumah kaca ke atmosfir yang menyebabkan peningkatan temperatur bumi yang signifikan sejak kota-kota tersebut tumbuh pesat.

4. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bappenas tahun 2006 menunjukkan bahwa kemacetan di Jakarta menimbulkan kerugian ekonomi sebesar Rp. 7 Trilyun/tahun yang dihitung untuk 2 (dua) sektor saja, yakni energi (Rp. 5,57 T/tahun) dan kesehatan (Rp. 1,7 T/tahun). Sementara Yayasan Pelangi memperkirakan kerugian bisa membengkak hingga Rp. 43 Trilyun per tahun akibat menurunnya produktivitas kerja, pemborosan BBM dan pencemaran udara.

Solusi


Pertama, dalam meredam peningkatan jumlah kendaraan pribadi bisa dilakukan melalui kebijakan menaikkan biaya pemakaian kendaraan pribadi khususnya roda empat. Misalnya menaikkan pajak dan biaya parkir berlipat ganda. Sehingga sebelum membeli kendaraan pribadi, orang akan berpikir panjang.

Selain itu, harus dibangun kesadaran di dalam masyarakat bahwa peningkatan jumlah kendaraan pribadi akan berkontribusi menciptakan kemacetan. Jadi, pembelian kendaraan pribadi harus berdasarkan kebutuhan bukan gaya hidup. Juga, pemakaian kendaraan pribadi harus berdasarkan efektifitas dan efisiensi.


Kedua, peningkatan kuantitas dan kualitas transportasi umum sudah menjadi keharusan. Menghadirkan transportasi massal seperti yang diterapkan di Jakarta (Trans Jakarta) dan di Yogyakarta (Trans Yogyakarta), ternyata mampu mengurangi kemacetan lalu lintas. Hanya saja, jumlahnya masih perlu ditambahi karena sejauh ini calon penumpang membludak dalam antrian dan sering tidak mendapat tempat duduk di dalam bus.


Ketiga, koordinasi yang lebih baik dan intensif di lingkungan internal Departemen PU antara Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jenderal Cipta Karya, dan Direktorat Jenderal Sumberdaya Air dalam meninjau kembali dan merumuskan ulang Rencana Tata Ruang Kawasan Metropolitan

Selasa, 29 November 2011

Seharusnya Berjudul Celana Dalam

Sundari sedang memasukkan baju-baju kotor ke mesin cuci ketika suara lantang majikan perempuannya menggema dari arah kamar tidur utama.

"Cundaliiii!!" jerit itu terdengar lagi. Sundari terkesiap, gugup. Sundari tahu benar, ketika namanya disebut lengkap begitu sesuatu yang luar biasa pasti sedang terjadi. Tiga bulan tinggal bersama keluarga asing yang menjadi majikannya, sudah membuatnya mulai mengerti kebiasaan tuan dan nyonyanya.

Sundari mencoba mengingat-ingat, apa kira-kira yang telah diperbuatnya pagi ini atau kemarin malam. Sundari yakin tidak ada yang tidak wajar. Memang, sejak kepulangannya dari Amerika kemarin sore, Mam tak habis-habisnya menekuk wajah. Sepertinya ia menyesal telah pulang. Tuan pergi ke China, berangkat dua jam sebelum Mam kembali. Sundari buru-buru memindahkan semua baju dari dalam keranjang ke mesin cuci. Tapi, belum sempat ia menuangkan deterjen, suara majikannya terdengar dekat. Menyembul dari pintu dapur, "Cundaliiii!!" Sundari menoleh, dan tanpa diperintah lagi mengikuti langkah majikannya. Dag dig dug jantungnya berirama bingar.

"Look!!" jari lentik majikannya menunjuk laci pakaian dalamnya yang terbuka. Sundari mendekat, mengamati setiap pernik di dalamnya. Rapi, tidak ada yang salah letak. Beberapa saat Sundari cuma tertegun. Sampai majikannya dengan menggunakan sisir mencoba mengangkat sesuatu (celana dalam!). Sundari tetap tidak mengerti.

"It’s your panty, isn’t it?" berkata begitu Mam melotot ke arahnya sambil menunjukkan celana dalam yang dirapikanya beberapa hari lalu. Waktu itu Sundari sempat tersenyum geli, berpikir, mungkin Tuan sedang kangen sama Mam hingga perlu mengeluarkan celana dalamnya yang paling bagus --yang ini Sundari belum pernah lihat sebelumnya, lalu menjemurnya di balkon. Saat merapikannya, Sundari merasa tidak perlu bertanya pada Tuan soal celana dalam itu. Tidak sopan, pikirnya. Tapi, menghadapi sikap nyonyanya yang seolah telah lupa sama sekali dengan barang milik pribadinya, kontan Sundari jadi salah tingkah.

"Nnn... no.. no Mam. My panty is big-big one," kata Sundari akhirnya. Mendengar jawaban Sundari, Mam mengerutkan dahi hingga alisnya yang bergaris tajam saling bertaut. Wajahnya semakin kelihatan judes. Matanya yang sipit mulai kelihatan merah dan berair. Mam mulai menangis. Sundari semakin salah tingkah. Ia ingin mengatakan pada Nyonya, mungkin sebaiknya Nyonya menelepon dan menanyakan pada Tuan soal celana dalam yang diributkannya itu. Tapi, segera diurungkannya. Dengan bahasa Inggris patah-patah sambung, bagaimana mungkin ia akan mampu menjelaskan pada Nyonya? Sundari diam dalam kebingungan. Ia hanya menuruti langkah majikannya saja ketika ia bergegas menuju kamar Sundari. Sambil sesenggukan Nyonya membuka laci pakaian Sundari. Foto usang Parjo meringis di depan sepeda motor tetangga, terlihat. Sundari tersipu. Mam mengamati isi laci Sundari agak lama, dan dengan tangis yang semakin menjadi ia menenteng celana dalam murahan berukuran XL milik Sundari. Tangisnya semakin keras, meraung-raung.

Sehari itu, Nyonya mengurung diri di dalam kamar. Bahkan, ketika makan siang pun Nyonya menolak keluar. Sundari berusaha santai dengan mengerjakan rutinitasnya. Saat Nyonya memanggilnya untuk membantu memasukkan baju-bajunya ke dalam tas besar, Sundari tidak merasakan keganjilan apa pun. Besoknya, Nyonya pergi bersama tas besarnya setelah berpesan kepada Sundari untuk tidak pergi ke mana-mana. Sundari yang memang terbiasa tak pergi keluar rumah, cuma mengangguk-angguk.

Sundari mulai mampu meraba apa yang terjadi. Dulu, dua bulan lalu, Nyonya pernah marah besar kepada Tuan. Gara-garanya, Tuan terlambat pulang. Padahal, Nyonya menunggunya untuk makan malam bersama. Sampai larut malam keduanya masih riuh adu argumen. Hingga tiba-tiba, Tuan menggedor pintu kamarnya dan menyuruhnya mengambilkan peralatan P3K. Esoknya, Sundari melihat pergelangan tangan kiri Nyonya diperban. Mungkin Nyonya mencoba bunuh diri. Nyonya memang orang yang cemburuan.

Sepekan setelah kepergian Nyonya, ketika persediaan makan mendekati habis, Nyonya pulang bersama seseorang dari agen penyalur tenaga kerja yang memasokkan Sundari ke majikannya di Hong Kong.

"Cundali, kamu punya majikan mau celai. Kamu punya kelja tidak ada. Kamu dipulangkan," kata Miss Lam berusaha memberi pengertian pada Sundari. Saat itu Sundari hanya ingat Kang Parjo, suaminya di dekat sepeda motor tetangga, meringis. Padahal Sundari ingin menangis.

***

"Indonesia, hamaiya?" sapa seseorang dari arah samping Sundari, ketika ia sedang mengamati lalu-lintas orang di ruang tunggu Bandara Chek Lap Kok.
"Ya."
"Dipulangkan meh?" tanyanya lagi. Sundari merasa agak gerah dengan pertanyaan itu. Tapi mencoba tenang.
"Kok tahu?" katanya balik bertanya.
"Rambutnya pendek dan bawaannya sedikit ma!"

Sundari tersenyum getir. Lalu perempuan yang menyapanya itu pun duduk di sampingnya. Berbincang-bincang dengan bahasa negeri sendiri --meski Sundari merasa bahasa perempuan itu agak dibuat-buat-- Sundari merasa akan kembali ke dunianya. Tiga bulan ia harus memelajari bahasa asing patah-patah bercampur bahasa isyarat. Menelan bulat-bulat dan berusaha memahami budaya yang jelas berbeda dengannya. Berpikir itu hanyalah bagian yang harus dijalaninya untuk mewujudkan mimpi punya kehidupan yang lebih layak. Mungkin seperti Budha yang mesti menjalani Samsara sebelum mencapai Nirwana. Apalagi bila ia ingat kebiasaan majikan yang suka marah, bicara dengan membentak, tertawa ngakak, menangis sejadi-jadinya, serta-merta Sundari merasa lelah. Kelelahan yang jelas menggurat di wajahnya yang bulat.

Lalu Marni, gadis di sebelahnya itu, siapa menyangka ternyata bekerja di flat yang sama dengannya! Satu tingkat di atasnya. Marni juga dipulangkan.

"Namanya majikan ya Mbak, salah bener ya maunya bener. Hamai sin? Ngapain Mbak dipulangkan?" Marni bertanya kepada Sundari.
"Majikanku cerai. Kamu?"

"Karena celana dalam! Jisin! Dasar majikan nggak tahu diuntung! Seenaknya bilang aku cerob..."
"Celana dalam? Jangan-jangan warnanya merah muda?" potong Sundari.
"Haiya, haiya!"
"Ada renda-renda di samping kanan dan kirinya ya?"
"Haiya!!"
"Kecil, mereknya Sexygirl?"
"Haiwo!! TIM CHI CEK? Kok tahu?"

Sundari bengong, teringat ia akan celana dalam merah muda yang telah berubah jadi guntingan kain kecil tak beraturan di kamar majikannya. Nyonya bilang, "Jangan dibuang, biar Tuan tahu."

Mengingat nasibnya, nasib Marni, juga nasib majikannya, Sundari tersenyum tanpa sadar. Seseorang dengan kulit sewarna periuk gosong, di sebelah kiri pintu masuk, menyambut senyumnya. Sundari mengalihkan pandang cepat-cepat kepada Marni, "Ceritanya singkat. Nanti aku ceritakan di dalam pesawat," katanya, karena pengeras suara itu sudah meneriakkan pengumuman bahwa pesawat menuju Surabaya akan segera lepas landas.

Marni cuma mengangguk sambil melongo.

There's no such thing as true friends

Many years have past
i never thought i'd feel this way
i never thought i'd see this day
now everything must come to this
you... a stranger to me now

i'm left with emptyness
no goals, no destiny, just nothing
and it hurt so bad
and what hurts the most is now i know what i've lost....

and i'm all alone
to face all the challenge life has sent
i hope one day i can forget yo

Pengertian Internet

Pada iklan salah satu provider telekomunikasi di Indonesia (sebut saja XL), bintang iklannya yang nyebelin (sebut saja Tukul) menghina buruh bangunan yang tidak mengetahui apa itu internet. Apakah anda termasuk orang yang tidak mengetahui internet?? Saya akan membantu anda menjelaskan apa itu internet.

Internet merupakan jaringan global komputer dunia, besar dan sangat luas sekali dimana setiap komputer saling terhubung satu sama lainnya dari negara ke negara lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari text, gambar, audio, video, dan lainnya.

pengertian internet

Internet itu sendiri berasal dari kata Interconnection Networking, yang berarti hubungan dari banyak jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan tipe komunikasi seperti telepon, salelit, dan lainnya.

Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan komputer ini menggunakan protokol yaitu TCP/IP. TCP (Transmission Control Protocol) bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data.

Untuk dapat ikut serta menggunakan fasilitas Internet, Anda harus berlangganan ke salah satu ISP (Internet Service Provider) yang ada dan melayani daerah Anda. ISP ini biasanya disebut penyelenggara jasa internet. Anda bisa menggunakan fasilitas dari Telkom seperti Telkomnet Instan, speedy dan juga layanan ISP lain seperti first media, netzip dan sebagainya.

Internet memberikan banyak sekali manfaat, ada yang bisa memberikan manfaat baik dan buruk. Baik bila digunakan untuk pembelajaran informasi dan buruk bila digunakan untuk hal yang berbau pornografi, informasi kekerasan, dan lain-lainnya yang negatif.

Internet ini memungkinkan pengguna komputer di seluruh dunia untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi dengan cara saling mengirimkan email, menghubungkan komputer satu ke ke komputer yang lain, mengirim dan menerima file dalam bentuk text, audio, video, membahas topik tertentu pada newsgroup, website social networking dan lain-lain.

Game Online dan Pola Hidup Gamer

Game Online adalah suatu permainan di komputer yang membutuh kan internet sebagai media penghubung game tersebut, dan membutuhkan suatu server untuk menampung para user yang bermain game tersebut.

Jenis game ini sangat di gemari pada gamer karena grafiknya yang sangat bagus, bisa bertemu orang seluruh Negara ( tergantung ruang cakup game itu sendiri) , memiliki jalan cerita yang menarik , banyak pilihan game sesuai keinginan user , dan pada game online pada gamer bisa saling share seputar game itu atau pun masalah lainnya.

Salah satu dari sekian banyak game online yang ada ialah RF ( Rising Force ) , game ini sangat seru dah banyak di minati oleh para gamer karn a grafik yang bagus , jalan cerita yang menyajikan perang tiga bangsa ( Bellato , Cora , Accretia ) dalam satu planet yang pada akirnya planet tersebut akan hacur dan menjadi perang antariksa. Game ini juga dapat menjadi lahan bisnis bagi gamer yang bisa mengkordinasinya, seperti : jasa joki menaikan level karakter , penjualan item item langka, dll. Saya pun sudah bisa merasakan hasil bisnis di game ini sangat menguntungkan tetapi tidak merusak kesenagan pada gamer ( Have Fun ) pada game ini. Walau dulu selama lima bulan game ini rusak dengan ada nya cheat yang menguntukan satu bangsa dalam game itu sehingga permainan pun menjadi tidak seimbang. Ahirnya pihak LYTO (development RF) memanggil programer Korea yang membuat game RF ini untuk memperbaiki sistem game dan menghilangkan cheatnya.

Dengan adanya game-game online yang menarik menjadikan sebagian dari para gamer berubah pola hidupnya. Memang sedikit negatif tapi jika bisa mengontrolnya tidak menjadi masalah, karena dalam game ini seseorang menjadi kecanduan dan sering begadang / tidak tidur. Jadi walapun anda para gamer fanatik dengan game tetap yang dinomor satukan adalah kehidupan sehari-hari dan pendidikan agar seimbang antara bermain dan belajar.